Selamat Datang di Kios Madinah dan Selamat Membaca Varian Postingannya

:: Mengingat Tugas-Tugas Istri

Sobat-Sobat Kios Madinah yang baik hati, kali ini admin kembali share sebuah postingan kategori ” Renungan ” dengan judul:

MENGINGAT TUGAS-TUGAS ISTRI

Selain mendidik anak, istri juga mempunyai tugas yang tak kalah beratnya dengan tugas suami. Ibarat dalam sebuah organisasi, apabila suami menjadi kepala rumah tangga maka istri sebagai wakil kepala. Sebagai wakil, tugas seorang istri sepintas memang lebih ringan dan lebih sedikit dari pada tugas seorang suami. Lebih-lebih jika di dalam rumah tangga itu ada pembantunya. Akan tetapi benarkah tugas seorang istri itu lebih ringan dari pada tugas seorang suami? Tentu para istrilah yang lebih tahu tentang itu.

Namun berhubung di sini kita tidak akan share tentang perbandingan tugas melainkan sekedar saling mengingat tugas dan sebagai renungan semata, maka langsung saja kita simak tugas-tugas istri sebagimana yang terdapat dalam ayat-ayat qur’ani maupun hadits-hadits nabawi. Oke, tugas-tugas istri sebagaimana yang berikut ini:

1. Memberikan keturunan sebagimana kodratnya

Allah berfirman dalam A-Qur’an yang terjemahannya: “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari satu orang, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang mana dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ( An-Nisaa’, 1) 

2. Melaksanakan kewajiban sebagai istri

Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang terjemahannya: ”Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan dari pada isterinya (pemimpinnya). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” ( Al-Baqoroh, 228 ) 

عن أبي أمامة عن النبي صلي الله عليه وسلم  يقول  :  مااستفاد المؤمن بعد تقوي الله خيرا له من زوجة صالحة  ان امرها  اطاعتها  وان نظر اليها سرتها  وان اقسم اليها ابرته وان غاب عنها نصحته في نفسها وماله
{ رواه  ابن ماجه }

Dari  Abi Umamah, dari Nabi saw ,  sesungguhnya Nabi saw pernah bersabda  ;  Tidak ada lagi yang lebih berguna bagi seorang mukmin setelah bertaqwa  kecuali istri yang  salehah. Jika ia menyuruh, istrinya taat, jika ia memandang, sang isri membuatnya bahagia, jika  suaminya menggilir, ia berbuat baik dan jika suaminya tidak ada ia menjaga diri dan harta suaminya. (HR. Ibn Majah)

3. Menutup aurat dst.

Allah berfirman dalam A-Qur’an yang terjemahannya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. ( An-Nuur, 31 )

4. Mentaati suami

Rasulullah saw., bersabda: “Tidak halal bagi seorang wanita berpuasa (sunnah) sedang suami berada padanya kecuali dengan izinnya, dan dia tidak boleh memberikan izin di rumahnya kecuali dengan seizin suaminya pula.” ( HR. Bukhari-Muslim )

Dari Amar Ibnu Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak diperbolehkan bagi seorang istri memberikan sesuatu kecuali dengan seizin suaminya." Dalam suatu lafadz: "Tidak diperbolehkan bagi seorang istri mengurus hartanya yang dimiliki oleh suaminya." Riwayat Ahmad dan para pengarang kitab al-Sunan kecuali Tirmidzi. Hadits shahih menurut Hakim ( Bulughul Marom, HN. 893 )

Dari Abu Hurairah ra., bahwa dia mendengar Rasulullah saw., bersabda (ketika turun ayat tentang orang yang saling menuduh): "Siapapun wanita yang memasukkan laki-laki yang bukan dari golongannya, ia tidak berharga sedikitpun di sisi Allah dan tidak akan memasukkannya dalam surga-Nya. Dan siapapun laki-laki yang tidak mengaku anaknya (padahal ia tahu bahwa itu anaknya) Allah akan menutup rahmat darinya dan mempermalukannya di hadapan pemimpin orang-orang terdahulu dan yang akan datang." ( HR. Abu Dawud, Nasa'i, dan Ibnu Majah). 

عن عائشة   ان رسل الله صلي الله عليه وسلم  قال  :  لو امرت احدا  ان يسجد لاحد لامرت المرأة ان تسجد لزوجها  ولو ان رجلا امر امرأته ان تنقل الي جبل احمر الي جبل اسود ومن جبل اسود الي جبل احمر لكان نولها ان تفعل
{ رواه ابن ماجه  واحمد }

Dari ‘aisyah ra, sesunguhnya telah bersabda Rasulullah saw: Jika saja aku  (boleh) memerintah seseorang untuk sujud kepada seseorang, niscaya aku memerintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya. Jika seorang suami memerintahkan sitrinya untuk pindah dari gunung merah ke gunung hitam dan dari gunung hitam ke gunung merah niscaya bagaimana caranya pun istri harus melakukannya ( HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

5. Melayani suami dengan baik

Rasulullah saw., bersabda: “Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya, lalu dia tidak datang kepadanya, kemudian suaminya bermalam dalam keadaan marah, maka malaikat melaknatnya sampai pagi.( HR. Bukhari-Muslim ) 


وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى


“Dan tinggal-lah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian dan jangan berhias seperti orang-orang Jahiliyah terdahulu” (QS. Al Ahzab: 33)


وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْ رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهَا فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ سَاخِطًا عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْهَا


“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu istri menolak ajakan suaminya melainkan makhluk yang di langit (penduduk langit) akan marah kepada istri tersebut sampai suaminya ridha kepada istrinya.” (HR. Muslim no. 1436)

6. Menyenangkan hati suami

Dari Abu Hurairah ra., berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya: “Wanita yang bagaimanakah yang paling baik?” Maka Rasulullah saw., menjawab: “Yang menyenangkan (suami)nya jika ia memandangnya, yang taat kepadanya jika ia memerintahkan, dan dia tidak menyelisihinya dalam dirinya dan hartanya dengan sesuatu yang dibencinya. ( HR. Nasa'i )

عن عبد الله بن عمرو  ان رسول الله صلي الله عيه وسلم  قال :  الدنيا متاع  وخير متاعها المرأة الصالحة
{ رواه  مسلم والنسائي واحمد }

Dari Abdillah bin ‘Amr, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda  ;  dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang  salehah.
(HR. Muslim, Nasa’I dan Ahmad)

Demikian postingan dengan judul Mengingat Tugas-Tugas Istri pada Label Renungan ini, semoga bermanfa’at untuk keluarga admin khususnya, dan Sobat-Sobat KM umumnya. Untuk membaca postingan dengan judul: Mengingat Tugas-Tugas Suami silahkan klik >>> di sini. Okey, thak you dan sampai ketemu di lain waktu dengan postingan yang terbaru. Insya Allah. See you next time. Bye Bye

.
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: